Cara Install Debian 9 Minimal Server

Sebelumnya saya sudah membahas tentang Cara Install Debian 9 Desktop, kali ini tentang *bagaimana cara install Debian 9 Minimal Server?* Secara umum caranya sama saja, yang berbeda di artikel ini adalah install pakai TUI (Terminal User Interface), jadi yang bisa digunakan hanya keyboard saja tanpa mouse. Selain itu tidak menginstall desktop environment seperti GNOME pada Debian Desktop karena ini untuk kebutuhan server, yang diinstall hanya standar system utilities dan SSH server untuk melakukan remote ke server.

*0. Perangkat yang digunakan*

Tutorial ini menggunakan virtual machine VirtualBox untuk simulasi install Debian 9 64bit.

1. DVD image ISO Debian 9.8 64bit 2. CPU 1 3. RAM 1GB 4. HDD 500GB 5. Network Adapter #1 NAT 6. Network Adapter #2 Host-only 7. Host OS terhubung ke internet

*1. Install Debian 9 Minimal Server*

1. Pada Debian GNU/Linux installer boot menu pilih *Install*.

Debian Installer Boot Menu

2. *Select a language*, bahasa untuk proses install, biarkan default tetap *Englis*, lalu Enter untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

Pilih bahasa untuk proses install

3. *Select your location*, pilih lokasi yang akan digunakan untuk menentukan zona waktu dari server. Pilih *other* -> *Asia* -> *Indonesia*. 4. *Configure locales* biarkan default *United States – en_US.UTF-8*. 5. *Configure the keyboard*, tetap pakai *American English*. 6. *Configure the network – Primary network interface*, terdapat 2 NIC pada VM ini, diminta untuk memilih NIC utama. Pilih *enp0s3* di mana NIC ini merupakan Adapter Network VirtualBox tipe NAT yang mendapatkan IP DHCP dan terhubung ke internet. Sementara NIC *enp0s8* nantinya digunakan untuk terhubung ke Host OS atau VM lainnya.

Primary network interface

7. *Hostname*, masukkan *srv.debian.lan*. 8. Masukkan password untuk user root, dan konfirmasi kembali passwordnya. 9. Masukkan nama pemilik user baru. 10. Masukkan username untuk user baru. 11. Masukkan password dan konfirmasi password untuk user baru. 12. *Select a city in your time zone*, memilih zona waktu, *Western = WIB*, *Central = WITA*, dan *Eastern = WIT*. 13. *Partitioning method*, pilih *Manual* untuk menentukan sendiri partisi dan kapasitasnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Metode pembagian partisi

14. Pilih *SCSI1 (0,0,0) (sda)*.

Harddisk yang akan dipartisi

15. *Create new empty partition table on this device?*. Jawab *Yes*. 16. Partisi yang akan dibuat:

1. / (dibaca partisi root), ext4, di primary, 50GB. 2. /home, ext4, di primary, 50GB. 3. swap, di primary, 2GB. 4. /var, ext4, di logical, 250GB. 5. /backup, ext4, di logical, pakai semua free space yang tersisa.

17. Pilih *FREE SPACE* untuk mulai membuat partisi dan membagi kapasitas yang tersedia.

Membuat partition table

18. *Create a new partition* -> masukkan *50GB* -> *Primary* -> *Beginning* -> Use as *Ext4*, Mount point */*, lalu *Done setting up the partition*.

Partition settings partisi /

Partisi root sudah jadi

19. Pilih *FREE SPACE* -> *Create a new partition* -> masukkan *50GB* -> *Primary* -> *Beginning* -> Use as *Ext4*, Mount point */home*, lalu *Done setting up the partition*. 20. Pilih *FREE SPACE* -> *Create a new partition* -> masukkan *2GB* -> *Primary* -> *Beginning* -> Use as *swap area*, Mount point */home*, lalu *Done setting up the partition*. 21. Pilih *FREE SPACE* -> *Create a new partition* -> masukkan *250GB* -> *Logical* -> *Beginning* -> Use as *Ext4*, Mount point */var*, lalu *Done setting up the partition*. 22. Pilih *FREE SPACE* -> *Create a new partition* -> pakai semua sisa free space -> *Beginning* -> Use as *Ext4*, Mount point *Enter manually, /backup*, lalu *Done setting up the partition*. 23. Hasil akhir pembagian partisi seperti pada gambar di bawah ini. Lanjut dengan memilih *Finish partitioning and write changes to disk*.

Hasil akhir pembagian partisi

24. *Write the chages to disks?*. Jawab *Yes*. 25. *Scan another CD or DVD?*. Jawab *No*. 26. *Use a network mirror?*. Jawab *No*. 27. *Participate in the package usage survey?*. Jawab *No*. 28. *Software selection*, centang *SSH server* dan *standard system utilities*. Tab ke *Continue* ->*Enter*.

Software Selection

29. Proses install software.

Proses install sedang berjalan

30. *Install the GRUB boot loader to the master boot record?*. Jawab *Yes*. 31. *Device for boot loader installation*, pilih */dev/sda*. 32. Install Debian 9 Minimal Server telah selesai. *Continue*.

Install Debian telah selesai

*2. Boot Debian Server*

Setelah selesai install dan restart, akan masuk ke GRUB boot loader.

GRUB boot loader Debian server

Masukkan username dan password. Bisa menggunakan user root atau user biasa yang sebelumnya telah dibuat pada saat install. Untuk logout ketik *exit*, shutdown ketik *poweroff* dan restart ketik *reboot*. Shutdown dan restart hanya bisa dilakukan oleh user root. User biasa yang sudah login untuk menjadi root bisa dilakukan dengan menjalankan perintah *su* lalu masukkan password root. Debian sudah terhubung ke internet karena menggunakan Adapter Network tipe NAT dari VirtualBox.

Console Debian server

*3. Mengecek Pemakaian Storage dan RAM*

Setelah install Debian 9 Minimal Server dan login, kita ingin mengetahui berapa besar kapasitas harddisk atau storage dan RAM yang telah terpakai. Untuk mengecek pemakaian harddisk dapat menggunakan perintah *df -hT* dan untuk pemakaian RAM beserta swap menggunakan perintah *free -h*.

Perintah df -hT dan free -h

Selamat mencoba 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.