Cara Install Apache Web Server di Debian 9 Server

Apache HTTP Server adalah aplikasi server untuk menyediakan layanan web atau berfungsi sebagai web server (HTTP Server). Apache HTTP Server (httpd) terlahir pada tahun 1995 dan telah menjadi web server paling populer sejak April 1996.

*0. Install Apache*

Install paket apache2 di Debian server.

[INPUT]

1 apt install apache2 -y

Setelah selesai akses IP address server di web browser untuk menguji apakah Apache sudah berjalan atau tidak.

Halaman default Apache di Debian

*1. Membuat VirtualHost*

Dalam satu server kita dapat menjalankan banyak domain/subdomain, di Apache konfigurasi ini disebut sebagai VirtualHost.

Di tutorial ini saya akan membuat 2 konfigurasi VirtualHost:

1. Domain linux.lan, document root di /var/www/linux.lan. 2. Domain debian.lan, document root di /var/www/debian.lan.

-a. Konfigurasi VirtualHost-

Masuk ke folder konfigurasi VirtualHost dan buat file konfigurasi pertama untuk domain linux.lan.

[INPUT]

1 2 cd /etc/apache2/sites-available nano linux.lan.conf

Isi dengan file konfigurasi VirtualHost.

[INPUT]

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11     ServerName linux.lan     DocumentRoot /var/www/linux.lan              Options Indexes FollowSymLinks MultiViews         AllowOverride All         Require all granted          ErrorLog /var/log/apache2/linux.lan.error.log     CustomLog /var/log/apache2/linux.lan.access.log combined

Lalu konfigurasi VirtualHost yang kedua untuk domain debian.lan.

[INPUT]

1 nano debian.lan.conf

File konfigurasinya.

[INPUT]

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11     ServerName debian.lan     DocumentRoot /var/www/debian.lan              Options Indexes FollowSymLinks MultiViews         AllowOverride All         Require all granted          ErrorLog /var/log/apache2/debian.lan.error.log     CustomLog /var/log/apache2/debian.lan.access.log combined

Aktifkan VirtualHost, mod_rewrite, restart apache2, dan cek statusnya.

[INPUT]

1 2 3 4 a2ensite linux.lan.conf debian.lan.conf a2enmod rewrite systemctl restart apache2 systemctl status apache2

Status service apache2

Selanjutnya membuat direktori document root tempat menyimpan file website masing-masing domain.

Membuat direktori document root untuk linux.lan dan membuat file testing index.html.

[INPUT]

1 2 3 cd /var/www mkdir linux.lan nano linux.lan/index.html

Isi file index.html untuk linux.lan.

[INPUT]

1

selamat datang di website linux.lan

Buat hal yang sama untuk domain debian.lan.

[INPUT]

1 2 mkdir debian.lan nano debian.lan/index.html

Isi file index.html untuk debian.lan.

[INPUT]

1

selamat datang di website debian.lan

-b. Pengujian VirtualHost-

Karena Debian server ini belum memiliki DNS server maka pengujiannya dengan melakukan konfigurasi file */etc/hosts* di PC client Linux, untuk PC client Windows di *c:\windows\system32\drivers\etc\hosts*. Dengan file hosts ini, kita dapat melakukan mapping IP address menjadi hostname/domain begitu juga sebaliknya tanpa perlu melakukan konfigurasi DNS server. Metode seperti ini biasanya dipakai untuk kebutuhan personal atau internal perusahaan atau kantor.

Buka file /etc/hosts di PC client Linux.

[INPUT]

1 nano /etc/hosts

Masukkan IP address server dan nama domainnya.

[INPUT]

1 192.168.100.1   linux.lan   debian.lan

File Hosts

Selanjutnya uji dengan mengakses nama domain tersebut melalui web browser. Setiap domain yang diakses harus menampilkan halaman yang berbeda dan tidak lagi menampilkan halaman default dari Apache.

Browsing linux.lan

Browsing debian.lan

Selamat mencoba 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.