Cara Install Nginx di CentOS 8

Nginx adalah salah satu web server populer di dunia yang menjadi pesaing dari Apache web server. Nginx menjadi alternatif pilihan karena lebih hemat dalam pemakaian resources dan selain menjadi web server bisa juga digunakan sebagai reverse proxy.

*0.Perangkat yang Digunakan*

Sebelum melangkah ke tutorial install Nginx, berikut perangkat yang saya gunakan dalam tutorial ini:

· VPS Vultr CentOS 8 dengan IP Public 139.180.143.87 · Domain superuser.web.id · Domain wpdev.web.id

*1.Install Nginx*

Install Nginx langsung dari repository default CentOS 8.

[INPUT]

1 dnf install nginx

Aktifkan dan jalankan servicenya.

[INPUT]

1 2 3 systemctl enable –now nginx systemctl start nginx systemctl status nginx

*2.FirewallD Service*

Masukkan service http ke dalam FirewallD agar web server dapat diakses.

[INPUT]

1 2 3 firewall-cmd –add-service=http –permanent firewall-cmd –reload firewall-cmd –list-services

{{

Baca tutorial lengkap Cara Setting Firewall dengan FirewallD di CentOS 8

}}

*3.Pengujian*

Browsing IP CentOS server untuk melakukan pengujian Nginx web server.

Halaman default Nginx di CentOS 8

*4.Menghubungkan Domain dengan VPS*

Agar website yang ada di web server CentOS dapat diakses dengan nama domain, buat A record di DNS record dengan memasukkan domain dan IP Public dari VPS.

DNS records superuser.web.id

Browsing domain yang telah dihubungkan ke VPS.

Halaman Nginx menggunakan domain

*5.Banyak Domain dalam Satu Server (Server Block)*

Apakah bisa dalam satu server bisa menjalankan banyak domain atau sub-domain? Jawabannya bisa.

Buat A record seperti langkah sebelumnya pada semua domain yang ingin dihosting di server yang sama.

DNS records wpdev.web.id

Kalau langsung melakukan uji browsing ke domain, hasilnya akan menampilkan halaman yang sama.

Halaman Nginx menggunakan domain wpdev.web.id

Agar tiap domain menampilkan halaman website yang berbeda, konfigurasikan server block di Nginx.

Buat direktori Document Root dan index.html untuk masing-masing domain.

[INPUT]

1 2 3 4 cd /var/www mkdir superuser.web.id wpdev.web.id echo “

superuser.web.id

” > superuser.web.id/index.html echo “

wpdev.web.id

” > wpdev.web.id/index.html

Buat file konfigurasi server block untuk superuser.web.id.

[INPUT]

1 2 cd /etc/nginx/conf.d vi superuser.web.id.conf

Isi file superuser.web.id.conf.

[INPUT]

1 2 3 4 5 6 7 8 9 server { listen 80;   server_name superuser.web.id; root /var/www/superuser.web.id;   access_log /var/log/nginx/superuser.web.id.access.log; error_log /var/log/nginx/superuser.web.id.error.log warn; }

Buat file konfigurasi server block untuk wpdev.web.id.

Isi file wpdev.web.id.conf.

[INPUT]

1 2 3 4 5 6 7 8 9 server { listen 80;   server_name wpdev.web.id; root /var/www/wpdev.web.id;   access_log /var/log/nginx/wpdev.web.id.access.log; error_log /var/log/nginx/wpdev.web.id.error.log warn; }

Restart service Nginx.

[INPUT]

1 2 systemctl restart nginx systemctl status nginx

Pengujian akses masing-masing domain. Hasilnya harus menampilkan halaman index yang berbeda.

Halaman domain superuser.web.id

Halaman domain wpdev.web.id

Selamat mencoba 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.